Showing posts with label Kuliner solo. Show all posts
Showing posts with label Kuliner solo. Show all posts

Monday, February 3, 2014

Sate Kere, Kuliner unik di Kota Solo


















Di kota Bengawan Solo ada sebuah kuliner unik namanya “Sate kere”. Sesuai namanya, sate kere dahulunya merupakan sajian kuliner bagi masyarakat yang tidak  mampu membeli sate daging yang harganya relatif mahal. Nah, sebagai alternative untuk mengakalinya, nenek moyang kita dahulu menggunakan lemak sapi sebagai bumbu oles pada tempe gembus untuk bahan baku sate yang bisa ditusuk dan dibakar menjadi sebuah sate yang tak kalah nikmatnya dibanding dengan sate daging kambing maupun sate daging sapi.
Sebagai bahan baku sate kere pun hanya ampas tahu atau biasa disebut dengan tempe gembus ada juga yang menyebutnya tlembok. Selain tempe gembus biasanya ada pula tempe kedelai dan jerohan sapi. Dengan bahan baku yang cukup murah dan dijangkau kantong saku warga sekitar maka dahulu kuliner ini sangat cocok dengan kantong “kere”.

Sampai saat ini, cara masak maupun cara penyajiannya nya tidak mengalami peberbedaan secara signifikan karena sate kere masih tetap dijual di sudut-sudut kota dipinggiran jalan dengan gerobak usang “sate kere” dan bahkan masih ada yang menjajakan sate kere ini berkeliling dengan di “sunggi”. Nah, Justru yang membuat “sate kere” ini menjadi kuliner yang antikyang naik kelas yakni dari segi harga. Saat ini satu tusuknya bisa mencapai harga 1.500 – 2.000 rupiah, itupun hanya gembus yang di olesi dengan lemak sapi, belum lagi yang jerohan sapi bisa lebih dari 2.000 per tusuknya dan 1 tusuk hanya berisi 3 irisan. 

Kuliner yang satu ini bisa anda jumpai di sekitaran pasar legi, Solo, di sana masih ada satu penjual sate kere dengan harga yang masih kere, 1 tusuk sate gembus masih dihargai 500 rupiah dan untuk 1 tusuk jerohan sapi masih sekitar 1.500 rupiah per tusuknya. Nah, Bagi anda pemburu kuliner antik ini silahkan berburu ya



Friday, January 24, 2014

Tengkeleng, Kuliner Khas Solo



Tengkleng adalah sebuah masakan berupa tulang kambing yang masih tersisa sedikit dagingnya dimasak menggunakan kuah yang mirip dengan gulai namun kuahnya tidak terlalu kental yang menghasilkan rasa gurih dan asik menikmati mengambil sisa sisa daging yang menempel pada tulang tersebut. Masakan ini banyak ditemukan di Solo karena karena memang khas masakan Solo.

Nah, Bagi para penggemar tengkleng, tiap berkunjungan ke Solo rasanya tak lengkap jika tidak mampir ke warung tengkleng Bu Edi yang berlokasi di Pasar Klewer ini. Warungnya tepat berada di bawah Gapura Pasar Klewer, di sisi utara. Tempatnya sangat sederhana, tapi penggemarnya luar biasa banyak. Hmm, Jadi jangan heran kalau hanya dalam tempo 2 jam, biasanya dari pukul 13.00 sampai 15.00, tengkleng Bu Edi sudah ludes diserbu pembeli. Jadi, jangan terlambat kalau pingin mencicipi kelezatan tenekleng Bu Edi, Buruan ayuk !.


Bu Edi berjualan tengkleng di kawasan Pasar Klewer sejak tahun 1971. Tengkleng Klewer sendiri seolah telah menjadi  makanan andalan tengkleng khas Solo karena namanya yang begitu terkenal. Bahkan tak jarang ketika menyebut tengkleng Solo, yang langsung terlintas dalam pikiran orang adalah tengkleng Klewer milik Bu Edi. Tak heran,  jika tempat ini sering menjadi buruan pecinta kuliner dan menjadi rujukan utama bagi mereka yang baru mau mencicipi nikmatnya tengkleng khas Solo.

Berbicara soal kelezatan, ya tiadak diragukan lagi. Namun, salah satu letak kelegendarisan warung ini adalah cara menikmati tengklengnya yang begitu unik. Di warung Bu Edi, tengkleng dihidangkan menggunakan ”pincuk” atau wadah yang dibuat dari daun pisang dan dinikmati dengan cara diseruput, yang tentunya membawa kenikmatan tersendiri.

Hmm, tak terbayangkan enaknya ya?. Memabacanya saya sudah bergoyang nih lidah, apalagi ketika melahapnya ya?, duh bisa memanjakan lidah tentunya. Penasaran kan?, yuk buruan memburu tengkeleng bu Edi sebulum kehabisan disantap orang lain.